Menciptakan Keluarga Sejahtera

Pengertian dari keluarga sejahtera yaitu sebuah keluarga yang dibentuk dari suatu perkawinan yang sah dan mampu memenuhi kebutuhan hidup baik berupa kebutuhan hidup materiil maupun kebutuhan hidup spiritual, mempunyai keyakinan agama yang kuat, bertakwa kepada Tuhan serta memiliki hubungan yang baik, selaras dan seimbang di antara anggota keluarga dengan masyarakat dan lingkungan disekitarnya. Keluarga sejahtera merupakan idaman yang ingin dimiliki oleh semua orang yang telah membentuk keluarga. Keluarga kecil dan sejahtera memberi rasa aman dan nyaman bagi seluruh anggota keluarga terutama bagi anak-anak yang masih membutuhkan naungan dan kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Ada beberapa tahapan dari keluarga yang sejahtera yaitu keluarga pra sejahtera, keluarga golongan sejahtera tahap 1, keluarga golongan sejahtera tahap 2, keluarga golongan sejahtera tahap 3 dan keluarga golongan sejahtera tahap 3 plus.
Maksud dari keluarga pra sejahtera yaitu sebuah keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, papan dan sandang. Keluarga golongan tahap 1 yaitu suatu keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasar tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan sosial psikologi seperti pendidikan, interaksi antar keluarga dan interaksi dengan lingkungan.

Keluarga golongan sejahtera tahap 2 yaitu suatu keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasar dan kebutuhan sosial psikologi namub belum bisa memenuhi kebutuhan perkembangan misalnya menabung dan mendapatkan informasi. Keluarga golongan sejahtera tahap 3 yaitu suatu keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan pada keluarga golongan tahap 1 dan tahap 2 tetapi belum dapat memberikan kontribusi yang maksimal kepada masyarakat dan berperan aktif di dalam masyarakat.

Keluarga golongan tahap 3 plus yaitu suatu keluarga yang telah dapat memenuhi semua kebutuhan dari kebutuhan dasar hingga kebutuhan keluarga golongan sejahtera tahap 3.

Kegiatan pembangunan keluarga yang sejahtera harus memenuhi pada pembinaan ketahanan fisik keluarga, pembinaan ketahanan non fisik keluarga, pembinaan aspek agama, pembinaan aspek pendidikan, pembinaan aspek sosial budaya dan pembinaan aspek ekonomi. Pembinaan ketahanan fisik yaitu pembinaan yang bertujuan untuk menjaga kesehatan semua anggota keluarga. Pembinaan ketahanan non fisik artinya pembinaan yang bertujuan untuk kesehatan mental anggota keluarga.

Pembinaan aspek agama yaitu membina keluarga dengan meningkatkan keimanan anggota keluarga agar sesuai dengan ajaran agama yang diyakininya. Pembinaan aspek pendidikan yaitu membentuk kepribadian anak melalui pengajaran etika dan pendidikan karakter agar anak mempunyai kepribadian yang baik. Pola asuh di dalam keluarga sangat penting untuk pembentukan kepribadian anak.

Pembinaan aspek pendidikan yaitu membina keluarga menjadi keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, sehat jasmani rohani, mempunyai penghasilan yang cukup dan mampu memberikan pendidikan yang layak kepada anak-anak. Pembinaan aspek sosial budaya mengacu pada interaksinya dengan masyarakat sebagai makhluk sosial. Semua faktor di atas saling terkait untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera lahir dan batin.

Ciri-ciri yang ada di dalam keluarga sejahtera yaitu mempunyai sikap saling terbuka di antara anggota keluarga, menciptakan rasa saling percaya di antara anggota keluarga, memenuhi semua kebutuhan, terciptanya rasa saling kerjasama di antara semua anggota keluarga, memberikan pendidikan yang seimbang sebagai bekal di dunia dan bekal di akherat, menciptakan keharmonisan di dalam keluarga, menjalin komunikasi di antara anggota keluarga dan menciptakan sikap saling menghargai.
Memberikan contoh yang baik pada anak dapat menunjang keberhasilan menciptakan keluarga yang sejahtera. Contoh yang dapat dicontohkan oleh orang tua seperti membiasakan anak-anak untuk berbagi dengan anggota keluarga yang lain agar timbul rasa belas kasih kepada sesama, menerapkan rasa saling percaya dengan pasangan dan dengan anak-anak agar tidak menimbulkan rasa curiga yang dapat memicu pertengkaran, mengajarkan sikap saling peduli dengan sesama akan menimbulkan rasa empati kepada sesama dan mengajarkan sikap saling menghargai di antara anggota keluarga agar keluarga menjadi harmonis.

Orang tua merupakan panutan bagi anak-anak. Mereka akan mencontoh yang dilihat dan diperhatikan dari orang tuanya.

Kebahagiaan dan kesejahteraan di dalam keluarga akan membuat anak-anak nyaman dan betah tinggal di rumah. Mereka akan menjadikan rumah sebagai tempat perlindungan, sebagai tempat berbagi dan tempat menyelesaikan masalah. Anak-anak mempunyai rasa percaya bahwa rumah merupakan tempat yang akan memberikan semua yang mereka butuhkan. Mereka tidak akan mencari perlindungan atau tempat penyelesaian di luar lingkungan keluarga. Sangat disayangkan apabila mereka mencari dari lingkungan di luar rumah kemudian mereka memperoleh lingkungan yang mengajarkan hal tidak baik. Mereka akan terjerumus masuk ke dalam lingkungan negatif yang merugikan diri sendiri.

Oleh karena itu menciptakan keluarga yang harmonis dan memberikan semua kebutuhan anak di rumah akan mencegah hal yang tidak diinginkan.

Membangun keluarga sejahtera membutuhkan kerjasama dari semua anggota keluarga. Mereka harus saling mendukung dan saling membentu agar tercapai tujuan keluarga yang sejahtera. Keluarga yang merupakan institusi terkecil di dalam masyarakat mempunyai pengaruh yang besar terhadap keberhasilan pembangunan bangsa yang kuat.

Keluarga yang sejahtera lahir dan batin menjadi dambaan semua orang agar dapat menikmati hidup secara wajar dan semua anggota keluarga memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan bakat, potensi serta kemampuan yang dimiliki.

Artikel Menarik Lainnya