Waspada Berinvestasi – Menghindari Penipuan Berkedok Investasi

Setiap orang pasti menginginkan keuntungan yang besar untuk berinvestasi, namun kita harus waspada berinvestasi tidak boleh sembarang menanam modal. Oleh karena itu banyak sekali yang tidak segan menanamkan modal yang besar demi mendapatkan keuntungan yang luar biasa.Dan memang, prospek dari keuntungan saat anda memutarkan uang melalui investasi jauh lebih besar dibandingkan jika anda hanya menyimpan uang anda yang kemudian mengalami penyusutan nilai karena inflasi

Meskipun demikian, anda harus waspada karena dalam dunia investasi, banyak sekali pihak-pihak yang tidak bertangung jawab berusaha memanfaatkan keinginan anda untuk memperoleh keuntungan besar yang ternyata memiliki modus penipuan berkedok investasi.

Investasi yang harusnya menghasilkan keuntungan besar pada akhirnya melahirkan penderitaan bagi investor yang harus kehilangan sejumlah besar uang bahkan kehilangan seluruh kekayaannya dikarenakan diri mereka terjerat rayuan berkedok investasi.

Mitos Seputar Penipuan Berkedok Investasi Kunci Waspada Berinvestasi

Kita pasti akan geleng-geleng kepala ketika menyaksikan betapa orang bisa kehilangan jutaan bahkan milyaran rupiah akibat menjadi korban penipuan berkedok investasi. “Kok bisa?” begitulah kira-kira tanggapan banyak orang, namun perlu anda ketahui bahwa apa yang terjadi pada para korban bisa terjadi pada siapa saja yang kurang waspada berinvestasi.

Berikut mitos-mitos seputar penipuan berkedok investasi :

1. Penipuan Berkedok Investasi Menawarkan Skema Bisnis yang Tidak Masuk Akal

Alasan kenapa penipuan bisa meraih nasabah dan meraup dana miliaran rupiah bahkan trilyunan rupiah adalah karena banyak sekali pihak pelaku penipuan benar-benar pintar dalam mempresententasikan skema bisnisnya sehingga bisa dipercaya oleh korban yang dibidiknya. Return keuntungan besarnya tidak masuk akal benar-benar dipoles sedemikian rupa agar tampak masuk akal.

Hal ini misalnya terjadi pada kasus Bank Century, dimana nasabah dijanjikan untuk mendapatkan keuntungan 13 persen dalam waktu 3 bulan untuk membeli produk dengan minimum investasi sebesar 2 miliar. Dengan iming-iming keuntungan besar, banyak nasabah berbondong-bondong membeli produk tersebut dan pada akhirnya dana senilai Rp.1,5 trilyun berhasil digelapkan dan dilarikan oleh dua fund manajernya.

Hal ini membuktikan bahwa skema bisnis yang dibuat oleh pelaku benar-benar berhasil meyakinkan nasabah sedemikian rupa sehingga mau mempercayakan dana miliaran rupiah untuk dikelola oleh pihak yang kemudian tidak bertanggung jawab. Beberapa penipuan berkedok investasi menjanjikan return sebesar 50-300 %, bahkan ada pula yang menawarkan keuntungan 1000 persen dalam setahun.

2. Hanya Orang-orang Bodoh yang Tidak Waspada Berinvestasi dan Menjadi Korban Penipuan

Alangkah naïf bila anda berfikir bahwa orang yang berhasil diperdaya oleh pelaku penipuan merupakan orang-orang yang bodoh. Banyak diantara mereka yang mengalami nasib sial adalah investor berpengalaman yang memiliki aset dan kekayaan senilai milyaran rupiah.

Seperti yang telah disampaikan diatas, sang penipu amatlah cerdas dalam menerangkan skema bisnisnya sehingga justru mengincar para investor yang berpengalaman. Oleh karena itu anda mesti waspada karena penipuan berkedok investasi bisa jadi menimpa semua orang, baik yang berpengalaman ataupun yang tidak berpengalaman sebagai investor.

Anggapan bahwa penipu dapat dikenali dari penampilan dan reputasinya Salah satu yang membuat Bernard Madoff, pemilik Bernard L Madoff Investment Securities LLC yang berhasil membuat banyak investor menangis dan berhasil meraih dan menggelapkan dana nasabah sebesar 50 miliar dolar melalui skema pozzinya adalah karena Madoff memiliki reputasi sebagai orang berpengaruh di wall street.

Madoff juga selalu memiliki penampilan yang mengikat para orang kaya dan investor berpengalaman dengan penampilan perlente di depan publik, yakni mengendarai mobil mewah, memiliki jet pribadi, aktif dalam kegiatan sosial, dan sering diberitakan di koran-koran.

Oleh karena itu, penampilan dan reputasi yang dasyat tidak menjadi jaminan bahwa mereka 100% layak dipercaya. Anda tetap harus melihat dan melakukan perjanjian hitam diatas putih dan memeriksa produk investasi dan legalitasnya dengan sebenar-benarnya meskipun ditawarkan oleh sosok yang berpenampilan menawan dan dengan reputasi masa lalu yang mentereng.

Waspada Berinvestasi, Skema Penipuan dalam Investasi Bisa Dilihat dari Return Selama Beberapa Bulan

Ada teknik penipuan dalam berjudi dimana seorang bandar judi membiarkan pejudi beberapa kali merasakan kemenangan sebagai pancingan agar si penjudi bersedia mempertaruhkan lebih banyak uang dalam judi.

Demikian pula halnya dengan banyak penipuan yang berkedok investasi yang membiarkan korbannya merasakan keuntungan selama jangka waktu tertentu dengan tujuan agar sang korban menganggap bahwa dirinya mengambil keputusan yang tepat dalam berinvestasi. Dalam kasus Madoff, dirinya mampu membuat investor mampu memperoleh return yang sangat stabil selama bertahun-tahun sebesar 12% – 15%.

Namun pada kenyataannya yang ia lakukan adalah melakukan skema pozzi yakni membayar return tersebut dari dana yang ia peroleh nasabah-nasabah baru kepada nasabah lama alias gali lubang tutup lubang. Sungguh kita bisa menilai betapa hebatnya Madoff dalam meraih sebanyak-banyaknya investor karena butuh waktu yang cukup lama bagi pihak berwenang untuk bisa menangkapnya.

Bagaimana Cara Mewaspadai Penipuan Berkedok Investasi

Amat disayangkan memang betapa besarnya kerugian yang didapatkan oleh mereka yang terjebak dan tertipu oleh si pelaku penipuan berkedok investasi. Lebih disayangkan lagi bila kejadian ini membuat pengeneralisasian stigma negatif dari kegiatan berinvestasi sehingga banyak orang yang merasa takut dan trauma untuk menanamkan uang dan modal untuk berinvestasi.

Padahal, investasi sendiri sebenarnya merupakan kegiatan positif dan menghasilkan banyak peluang dan keuntungan. Lalu bagaimana caranya agar anda dapat mewaspadai penipuan berkedok investasi? berikut tips-tips praktisnya.

1. Memastikan Legalitas

Sebelum anda berinvestasi pada sebuah perusahaan pialang berjangka di Indonesia, anda harus memastikan bahwa perusahaan tersebut memiliki tiga legalitas yang sifatnya mutlak. Yakni legalitas dari Bappepti, Surat keanggotaan bursa berjangka Jakarta, dan surat keanggotaan lembaga keliring berjangka Indonesia. Pastikan juga rekening tempat menampung dana investor yang dimiliki perusahaan tersebut benar-benar terdaftar di kliring berjangka Indonesia. Ini langkah penting dalam waspada berinvestasi.

Anda harus ingat kalau dana besar yang anda keluarkan untuk berinvestasi harus dijamin oleh badan / institusi yang benar-benar terjamin kredibilitasnya secara legal. Banyak sekali kasus penipuan berkedok investasi yang teradi karena investor begitu saja menanamkan modal mereka tanpa mengecek legalitas dari badan/institusi yang menawarkan produk investasi.

2. Mengutamakan Legalitas

Tetaplah mengutamakan legalitas dari perusahaan atau pihak yang ingin menarik modal dari anda dengan alasan investasi dilakukan di tempat nun jauh disana. Misalnya banyak pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab berdalih bahwa ketiadaan legalitas perusahaan mereka dikarenakan mereka melakjukan investasi yang dilakukan di luar negeri (off shores).

Janganlah Anda terpedaya oleh penipuan berkedok investasi karena terpukau oleh status bahwa investasi yang ditawarkan pada mereka berasal dari luar negeri, sehingga mereka tidak perlu terlalu mempermasalahkan legalitasnya. Padahal justru ketidak pedulian itulah yang nantinya bisa menimbulkan petaka yang amat besar pada diri Anda.

3. Waspada dan Kritis

Penampilan biasa dijadikan atribut tidak hanya untuk kasus penipuan berkedok investasi, melainkan pada kasus-kasus penpuan lainnya. Oleh karena itu anda harus benar-benar waspada dan kritis dalam menilai seseorang sehingga tidak hanya terpatok pada hal-hal yang sifatnya material Karena bisa jadi seseorang penampilan mewah seseorang didapatkan dari hutang atau memang dirancang sebagai atribut untuk menipu Anda.

4. Teliti

Sebelum menandatangani apapun, pastikan diri Anda terlebih dahulu membaca klausa, kontrak atau perjanjian tertulis dari pihak atau institusi penjual produk investasi. Ironisnya seringkali, karena kita menganggap sosok atau institusi tempat menginvestasikan sejumlah dana merupakan sosok/ institusi yang kredibel atau sudah lama dipercaya oleh masyarakat. Kita seakan melupakan dan memehkan salah satu faktor terpenting ini. Padahal kepada siapapun anda berbisnis, tetap harus berdasarkan kesediaan serta pemahaman terhadap jaminan hitam diatas putih.

5. Jangan Cepat Tergiur

Anda harus memahami bahwa setiap investasi mengandung resiko dan bila anda melihat bujukan investasi dengan return yang sangat tinggi dan menggiurkan, anda harus ingat bahwa dibalik tingginya return/keuntungan yang ditawarkan, terdapat resiko yang juga tidak kalah besar.

Oleh karena itu, janganlah cepat tergiur oleh keuntungan atau return besar yang ditawarkan oleh institutusi / badan saat anda membeli produk investasi. Karena return yang besar dan seringkali tidak masuk akal selalu saja menjadi alasan utama kenapa penipuan berkedok investasi banyak sekali menjerat korban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *